RSS

Bacalah!! Dengan (Menyebut) Nama Robbmu Yang Menciptakan!!

12 May

[“Ingatlah hanya dengan mengingat Alloh-lah hati menjadi tentram.” (Q.S. Ar – Ro’du (13) : 28)].


Tulisan ini menjadi pertimbangan saya menulis kali ini, setelah melihat kitab Al – Qur’an yang tersimpan rapi di ujung musholla kantor ini. Kitab Al – Qur’an yang tidak terlalu besar, rapi, indah dengan covernya, langsung teringat pepatah “Dont judge the book by its cover”. Heiy, ada benarnya memang pepatah seperti itu, apalagi jika diri ini sudah tenggelam di toko buku rak Islam, sepertinya ingin memindahkan semua buku di rak itu ke keranjang belanja tiap berkunjung. Hmm, mungkin tidak semua ya?covernya memang hanya hasil manipulasi software pengolah gambar, lalu….sinopsis di belakang buku, paling banyak hanya 1 paragraf yang entah menyebut bab berapa.

Tapi entah ya? bila dibandingkan dengan teman saya yang punya perpustakaan pribadi berisi komik – komik bergambar, deretan koleksinya itu selalu tertata rapi. Beda dengan Kitab Al – Qur’an yang kita miliki, paling juga berdebu, tempatnya tidak pernah berubah, lembar-lembarnya masih mulus, tanda jarang sekali dibaca.

Lalu, bagaimana dengan anda – anda yang sudah menikah? Hmm, di tiap – tiap mengikuti akad nikah teman ataupun kolega saya, kitab Al – Qur’an rata – rata selalu disertakan sebagai “seserahan akad nikah”, husnudzon sajalah. Tidak mungkin menyempurnakan setengah Dien itu tanpa ada acuan yang jelas seperti yang tertulis di Al – Qur’an. Sungguh, saya pernah menyaksikan akad nikah, yang sebelum ijab qobul dilafalkan, calon mempelai wanita menagih hafalan Surat Ar – Rohman!!! Subhanalloh!! Sudah berapa tahunkah pernikahan kalian saudaraku? Sudah berapa kali Al – Qur’an seserahan nikah waktu itu kalian khatamkan?

Rosululloh SAW., bersabda: “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya kebaikan sepuluh kali lipat, aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, Mim satu huruf.” (H.R. Tirmidzi).

Tampaknya memang pergeseran nilai – nilai risalah Tauhid ini sudah mulai bergeser, ya sudah bergeser. Kaligrafi hanyalah hiasan wajib yang harus ada di setiap rumah, sebagai simbol belaka, hanya dzahir saja. Taukah kalian saudaraku?bahkan pernah ditemukan hiasan kaligrafi bertuliskan Arab yang dijual di pinggir jalan, ternyata tidak sama dengan yang ada di dalam Al – Qur’an, ternyata artis penjual hiasan kaligrafi tersebut non Muslim. Na’udzubillaahi min Dzaalik.

Balik lagi ke diri kita masing – masing. Pastilah kita pernah mengalami masa – masa itu. Masa ketika dimana ketika “mengaji” selepas pulang sekolah, dengan Al – Qur’an di dalam tas kita, berangkat ke madrasah – madrasah terdekat. Selepas sholat Ashar berjamaah pulang kembali ke rumah, lalu adzan Maghrib berkumandang kita setengah berlari – lari ke Masjid atau Surau terdekat untuk berjamaah dengan teman – teman sebaya saat itu. Berlomba – lomba menghapal 10 surat terakhir di Juz 30, kalau tidak….ustadz sudah tidak mau melihat diri ini, hukuman berdiri selama kelas madrasah berlangsung. Sungguh, kalau mengingat itu, seakan – akan saya tidak ingin dewasa dan bertambah umur.

Tetapi sekarang, Magrib masih dalam kendaraan pulang kerja, waktu Shubuh sudah ada dalam kendaraan berangkat kerja. Keadaan & kebutuhan yang membuat kita seperti ini. Sesampainya di rumah, mandi, makan, Sholat Isya, mungkin bercengkerama dengan anak istri sebentar, langsung…bablas tidur sampai pagi, wuhhh…..meruginya manajemen waktu ini. Hari libur, bersih – bersih rumah ataupun keluar mencari hiburan. Hmmm, tidak heran ya kitab Al – Qur’an itu masih selalu tampak baru seperti saat kita beli dulu.

Rosululloh SAW., bersabda: “Permisalan seorang muslim yang membaca Al – Qur’an bagaikan buah jeruk, baunya wangi dan rasanya lezat, sedangkan orang mukmin yang tidak membaca Al – Qur’an bagaikan buah kurma yang tidak ada baunya dan rasanya manis. Permisalan orang munafik yang membaca Al – Qur’an bagaikan kemangi yang baunya wangi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al – Qur’an bagaikan labu yang tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (H.R. Bukhari – Muslim).

Apa susah ya? susahkah saudaraku? membaca 1 ‘Ain saja tiap hari? Mari kita berhitung. Kita asumsikan 1 hari 1 ‘Ain, rata – rata 1 ‘Ain kita asumsikan ada 20 ayat, 30 Juz ada 6236 ayat, 1 tahun ada 365 hari. Ayoo…ambil “kalkulator sayur” buat berhitung, atau kalkulator di hape saja. 1 tahun kurang kita sudah khatam 1 kali ya? Ga, ga berat kok saudaraku. Sendainya Qur’an bisa berbicara dan punya tangan juga kaki, pasti Qur’an akan mendatangi kita untuk meminta dibaca setiap harinya.

“Tidak berlaku iri kecuali terhadap dua orang, seseorang yang dianugrahi Alloh Al – Qur’an, lantas dia mengamalkannya sepanjang malam dan sepanjang siang dan seseorang yang dianugerahi Alloh harta lantas dia menginfakkannya sepanjang malam dan sepanjang siang.” (H.R. Bukhori dan Muslim).

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 12 May 2010 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s