RSS

Menertawakan Ayat-NYA dan Syareat-NYA

06 May

[Apa yang membuat hati manusia menjadi keras? Jika ayat dan syareat-NYA sudah sampai tetapi tidak selangkahpun menuju pada-NYA? Apakah ada yang bisa membantu saya menjawabnya?]

Tidak terasa bulan Mei sudah masuk lagi, yang artinya pertengahan semester tahun ini hampir dilewati. Bagi para mahasiswa saatnya untuk persiapan UAS ataupun semester pendek, bagi para pekerja saatnya menyicil laporan tengah tahunan, tinggal ditanyakan saja sudah bagaimana hasil sampai bulan Mei ini.

Mari bergerak saudaraku, bergerak lebih maju dalam dunia ini demi mengharap ridho-NYA. Carilah nikmat-NYA yang bertebaran di muka bumi ini. Jangan sungkan untuk selalu meminta pada-NYA, setiap waktu DIA selalu dalam kesibukan mendengarkan hamba-hamba-NYA yang memohon pada-NYA. Tenanglah saudaraku, DIA Maha Kaya dan Maha Mendengar, justru DIA senang dipinta. Tidak salah ada syair yang mengatakan “aku jauh Engkau jauh, aku dekat Engkau dekat”.

Kita ini hanyalah layaknya anak kecil yang merengek manja pada-NYA, tidak jarang tangisan manja anak yang menjadi senjata ampuh untuk mengambil hati kedua orang tuanya. Terkadang sampai mogok makan ataupun mogok belajar bahkan sampai mogok sholat, hanya karena orangtua kita tidak mengiyakan permintaan kita yang aneh – aneh waktu itu.

Betul, kan? Kita pasti pernah melewati masa – masa itu, masa dimana manja dan rengekan yang menjadi aksi kita agar permintaan kita diberi kedua orangtua kita. Satu hal, yang sering kita lupakan selama menjalani aksi mogok saat itu, yaitu cara mendapatkan “hati” kedua orang tua kita. Justru kita harus bertanya-tanya dan berpikir keheranan, jika kita tidak pernah meminta sesuatu, tetapi tiba – tiba hadiah itu datang dari mereka. Well, jangan heran, tinggal mengucap lafadz yang ringan di lidah: “Alhamdulillaahi Robbil ‘Aalamiin”, rizki-NYA datang dari arah yang tidak disangka – sangka sesuai janji-NYA dalam Qur’an.  Atau ada yang pernah berani membuat “gentlemen agreement” dengan kedua orangtua kita? Kalau kita akan menjalani ataupun berbuat sesuatu demi keinginan kita yang masih belum kita dapatkan dari mereka.

Saudaraku di jalan Alloh SWT. Sejauh manakah kaki ini kita langkahkan demi rizki dan ridho-NYA? Ataukah malah mengarahkan hati dan ruh ini dengan jalan yang lain? Rosululloh SAW bersabda:

“Segala amalan yang tidak ada dalam tuntunanku, maka amalan tersebut akan tertolak.”

Uswah Hasanah adalah Al-Qur’an berjalan menurut Ibunda ‘Aisyah RA. Syareat ini sudah sempurna, tidak ada keraguan di dalamnya. Taukah siapa yang menghancurkan Islam ini?tidak lain adalah orang – orang yang ber-KTP Islam itu sendiri!! Apa bedanya tidak menjalankan sunnah dan ayat-NYA yang disampaikan Rosululloh SAW dengan menertawakan ayat-NYA dan syareat-NYA? Naudzubillaahi min Dzaalik. Sampai sekarang pun tidak pernah dapat dimengerti masih ada saja yang jauh dari-NYA. Saya tidak akan berhenti berdo’a, semoga saudara-saudaraku tetap diberi dan ditunjukkan-NYA jalan yang lurus, sesuai yang kita semua ulang – ulangi dipinta dalam tiap sholat. Lalu, setelah ditunjukkan-NYA jalan yang lurus yang kita pinta itu………maukah kita mengambil jalan itu biarpun dengan tertatih – tatih ataupun merangkak?

Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi – pemberi peringatan yang telah terdahulu.”

“Telah dekat terjadinya hari kiamat.”

“Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Alloh.”

“Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?”

“Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?”

“Sedang kamu melengahkan (NYA)?”

“Maka bersujudlah kepada Alloh dan sembahlah (DIA).”

(Q.S. An – Najm (53) : 56 – 62).


“Dan sesungguhnya dalam Al Qur’an ini KAMI telah ulang ‐ ulangi (peringatan ‐ peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Katakanlah: ‘Jikalau ada Tuhan ‐ Tuhan di samping ‐ NYA, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya Tuhan ‐ Tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai Arsy.’ Maha Suci dan Maha Tinggi DIA dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar – besarnya.” (Q.S. Al ‐ Isro’ (17) : 41 – 43).

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 6 May 2010 in Islam, Muslimah, Uncategorized

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s