RSS

Batas Antara 2 Lautan Yang Bertemu

12 Apr

(Selat Gibraltar)

Pernahkah mendengar selat Gibraltar (Jabal Thoriq/ Jabal Tarik)? Diantara sekian banyak fenomena yang luar biasa ditemukan di dunia ini, salah satu diantaranya adalah yang terjadi di selat Gibraltar. Selat ini dinamakan demikian, untuk menghormati jasa panglima pejuang Islam – Thoriq bin Ziyad, berikut sumber dari situs wikipedia.

Thoriq bin Ziyad (? – 720 M) (Bahasa Arabطَرِقْ بِن زِيَادْ ), dikenal dalam sejarah Spanyol sebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto (Taric yang memiliki satu mata), adalah seorang jendral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M.

Pada tanggal 29 April 711, pasukan Thoriq mendarat di Gibraltar (nama Gibraltar berasal dari bahasa Arab, Jabal Thoriq yang artinya gunung Thoriq). Setelah pendaratan, ia memerintahkan untuk membakar semua kapal dan berbicara di depan anak buahnya untuk membangkitkan semangat mereka:

“Tidak ada jalan untuk melarikan diri! Laut di belakang kalian, dan musuh di depan kalian: Demi Alloh, tidak ada yang dapat kalian sekarang lakukan kecuali bersungguh-sungguh penuh keikhlasan dan kesabaran.”

Pasukan Thoriq menyerbu wilayah Andalusia dan di musim panas tahun 711 berhasil meraih kemenangan yang menentukan atas kerajaan Visigothic, dimana rajanya, Roderic terbunuh pada tanggal 19 Juli 711 dalam pertempuran Guadalete. Setelah itu, Thoriq menjadi gubernur wilayah Andalusia sebelum akhirnya dipanggil pulang ke Damaskus oleh Khalifah Walid I.

(Sumber wikipedia)

Di selat ini, terdapat gelombang besar, arus kuat, dan gelombang pasang di Laut Tengah dan Samudra Atlantik. Air Laut Tengah memasuki Samudra Atlantik melalui selat Gibraltar. Namun suhu, kadar garam, dan kerapatan air laut di kedua tempat ini tidak berubah karena adanya “penghalang” yang memisahkan keduanya.

(Profil Batas Kerapatan Berdasarkan Kedalaman Laut, Sumber disini)

Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini baru ditemukan oleh para ahli kelautan zaman modern ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan “tegangan permukaan”, air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat “dinding tipis” yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.).

Saudaraku umat Muslim, Alloh ‘Azza wa Jalla telah memberitakan tentang hal ini dalam Al-Qur’anul Kariim bahkan pada saat Ilmu kelautan belum ada saat itu.

مَرَجَ ﭐلْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ (١٩) بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَّ يَبْغِيَانِ

“DIA membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu”

“Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing‐masing”

(Q.S. Ar ‐ Rohman (55): 19 – 20).

(Gambar Selat Gibraltar; sumber http://earth.imagico.de/)

فَبِأَىِّ ءَالاَۤ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ؟

“Maka nikmat Robb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar ‐ Rohman (55): 21).

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 12 April 2010 in IPTEK, Islam

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s