RSS

Cobaan + Bersyukur (Engine Version 2.0)

08 Apr

“AKU-lah Alloh yang tiada Ilah selain AKU. Barangsiapa yang pasrah menerima qodho-KU, bersabar menghadapi bala cobaan-KU dan bersyukur atas nikmat-KU, maka akan KUtulis ia di sisi-KU sebagai orang shiddiq (yang tulus). Barangsiapa yang tidak pasrah menerima qodho-KU, tidak sabar menghadapi bala cobaan-KU dan tidak bersyukur atas nikmat-KU, maka carilah Tuhan selain-KU.”

Teringat ada lagu dari dalam negeri dengan potongan lirik….”Takdir memang kejam….” Mengapa qodho dan qodar Alloh terasa menyakitkan, juga cobaan yang selalu bertentangan dengan rahmat Alloh kepada manusia. Namun, kehidupan dunia adalah tempat ujian dan cobaan sebagai sarana untuk mengukur kehambaan dan keimanan kita kepada Robbul ‘Alamin.

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى ﭐلأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَ يُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya.” (Q.S. Al Kahfi (18): 7).

Ujian yang berlaku bagi setiap muslim disini, tidak dibatasi dari berbagai macam pembebanan syariat berupa perintah dan larangan. Suatu pemberian dari ‘Azza wa Jalla, bukanlah semerta-merta bukti kemuliaan manusia di sisi Alloh, begitu pula halnya dengan halangan yang  bukan merupakan suatu kehinaan dari-NYA. Ketahuilah saudaraku, keduanya merupakan materi yang ada dalam setiap ujian-NYA.

فَأَمَّا ﭐلإِ نْسَـٰنُ إِذَامَا ﭐ بْتَلَـٰهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّىۤ أَكْرَمَنِ (١٥) وَأَمَّآ إِذَامَا ﭐ بْتَلَـٰهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّىۤ أَهَـٰنَنِ (١٦) كَلاَّ

“Adapun manusia apabila Robb-nya mengujinya lalu dimuliakan-NYA dan diberi-NYA kesenangan, maka dia berkata: ‘Robb-ku telah memuliakanku.’ Adapun apabila Robb-nya mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata: ‘Robb-ku telah menghinakanku.’ Sekali-kali tidak (demikian)...(Q.S. Al – Fajr (89): 15 – 17).

Sebenarnya apakah pantas kita berpikiran dan berucap seperti itu? Sampai suudzon kepada Ar-Rohman Ar-Rohim? Na’udzubillahi min dzaalik. Andaikan….semua makhluk-NYA diijabah semua do’a dan keinginannya, terbayangkah semua kekacauan yang terjadi? Teringat sebuah film barat yang dibintangi Jim Carrey, yang bermimpi dan dikabulkan menjadi Tuhan – dibintangi Morgan Freeman. Jim yang diberi kesempatan menjadi Tuhan versi Hollywood, kebingungan dan kewalahan dengan bermilyar-milyar do’a semua manusia lewat emailnya tiap harinya. Akhirnya Tuhan Jim yang pusing bin kalut dalam memilah-milah bermilyar permohonan, menekan tombol ctrl+A dan enter untuk mengabulkan permohonan semua manusia di dunia ini. Ternyata, kekacauanlah yang terjadi, akibat permintaan manusia-manusia yang terkadang melampaui kemampuannya sendiri untuk mengelola pengabulan do’anya sendiri.

Kalau kita mau melihat diri sendiri. Kita ini manusia, bukan hewan. Kita ini bukan makhluk instan, tidak seperti hewan yang setelah beberapa jam begitu lahir sudah bisa berdiri sendiri, sudah bisa berburu dan mencari makan sendiri. Kita ini punya akal dan hati yang harus ditempa dan diasah dengan yang namanya cobaan dan ujian agar semakin maju, tidak seperti hewan yang hanya punya insting.

وَلَنَبْلُوَ نَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ ﭐلْمُجَـٰهِدِينَ مِنكُمْ وَﭐلصَّـٰبِرِينَ وَنَبْلُوَاْ أَخْبَارَكُمْ

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (Q.S. Muhammad (47): 31).

Coba bayangkan, seorang anak yang sudah terbiasa dan dibiasakan untuk dimanja (baca: dituruti segala kemauan oleh kedua orangtuanya dengan dalih “sayang anak”), ketika sudah beranjak dewasa dan mulai jauh dari kedua orangtua, pasti akan kebingungan dan tidak siap untuk melakukan semua ini sendirian. Maka cap “Anak Mami”-lah yang akan menempel terus baginya. Begitu pula halnya dengan seseorang yang biasa hidup dalam kekuasaan dan kemewahan selama masa kerjanya, biasa dihormati, dilayani, dibawakan koper kerjanya, disupirkan mobil dinasnya, tinggal pencet langsung datang. Walhasil ketika pensiun tiba, penyakit “post power syndrome”, dokter dan ahli jiwa mengatakan demikian, akan mendera di masa menikmati pensiunnya. Ataupun seseorang yang memulai karirnya langsung di level atas, ketika jatuh…. akan terasa sakit sekali, karena dia tidak menapaki tangga cobaan dan ujian itu dari bawah.

وَهُوَ ﭐلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَـٰۤـئِفَ ﭐلأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَٰكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ﭐلْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌرَّحِيمٌ

“Dan DIA-lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi ini dan DIA meninggikan sebahagiaan kamu atas sebahagiaan (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-NYA kepadamu. Sesungguhnya Robb-mu amat cepat siksaan-NYA, dan sesungguhnya DIA Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al An’am (6): 165).

Apakah 3 contoh diatas sudah bisa memberikan kita jawaban mengapa harus adanya ujian dan cobaan? Jika yang namanya cobaan dan ujian tidak ada, bagaimana kita mau belajar? Justru, dengan cobaan dan ujian lah yang membuat seseorang akan menjadi figur tangguh dan penuh tanggung jawab pada-NYA. Bagaimana kita akan sadar kalau semua ini titipan-NYA belaka?yang semua titipan ini berupa istri, anak, harta, kekayaan, jabatan akan menjadi fitnah besar di muka bumi ini.

وَأَخَدْ نَٰهُمْ بِا ﭐلْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan Kami timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Q.S. Az Zukhruf (43): 48).

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إلَىٰۤ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَ خَذْ نَٰهُمْ بِا ﭐلْبَأْسَآءِ وَﭐلضَّرَّ آءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (Rosul – rosul) kepada umat-umat sebelum kamu, kemudian kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Alloh) dengan tunduk merendahkan diri.” (Q.S. Al An’am (6): 42).

Saudaraku….

Kalau ada 2 pilihan; pembersihan dosa di Neraka dengan siksaan beribu-ribu tahun sebelum masuk Jannah-NYA di akherat kelak? atau pembersihan dosa di dunia dengan cobaan dan ujian dari-NYA? Manakah yang dengan jelas akan langsung kita pilih?

Rosululloh SAW., bersabda: “Tidaklah seorang muslim tertimpa kepayahan, kelelahan, kecemasan, kesusahan, rasa sakit maupun kesedihan, sampai duri yang menyakitinya, melainkan akan menyebabkan Alloh ridho menghapus dosa-dosanya.” (Muttafaq Alaih).

فَعَسَىٰۤ أَن تَكْرَهُواْ شَيْئًا وَيَجْعَلَ ﭐللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

 “(Maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Q.S. An Nisaa’ (4): 19).

Saudaraku….

Bersegeralah menuju pada-NYA, tinggalkanlah semua atribut yang selalu menempel pada diri ini. Bersegeralah menunaikan syariat-NYA, menuju ridho-NYA biarpun harus dengan tertatih-tatih ataupun merangkak. Kelak, dengan manisnya senyum di bibir kita akan mengembang seraya mengucap; “Alhamdulillah Yaa Robbi, Engkau telah mengingatkan kami yang dzalim dan jahil ini, betapa Engkau benar-benar menyayangi kami Yaa Arhamar Roohimiin.”

Jadi, masihkah mau menyanyikan…”Takdir memang kejam”…? masih mau terus suudzon pada Al-Haqq ‘Azza wa Jalla?

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْ تُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْ تُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

[“Dan (ingatlah) ketika Robb-mu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu kufur (nikmat-KU), maka sesungguhnya azab – KU amatlah pedih’.” (Q.S. Ibrohim (14): 7)]

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 8 April 2010 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s