RSS

Wanita Buta, Bisu, Tuli & Lumpuh

05 Apr

Tsabit bin Ibrohim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah, matahari sedang terik-teriknya bersinar, rasa lapar dan haus mendera Tsabit. Melihat sebuah apel merah ranum tergeletak di pinggir pagar kebun buah-buahan, apalagi rasa lapar dan haus mendera membuat Tsabit memungutnya dan memakannya. Baru sampai setengahnya, Tsabit teringat buah apel tersebut bukan miliknya dan dia belum mendapat izin pemiliknya.

Maka, ia pergi ke dalam kebun untuk menemui pemiliknya, agar apel yang telah dimakannya akan dihalalkan. Tsabit hanya bertemu penjaga kebun, lalu menanyakan dimana gerangan pemilik kebun berada, ternyata untuk bertemu pemilik kebun dia harus menempuh perjalanan sehari semalam. Teringat akan Sabda Rosululloh SAW., : “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka”, perjalanan tersebut akhirnya ditempuh Tsabit demi halalnya setengah apel yang telah masuk perutnya.

Sesampai di rumah pemilik kebun, Tsabit mengetuk pintu diiringi salam. Tuan rumah pemilik kebun membuka pintu lalu menjawab salam tersebut dan menanyakan gerangan kedatangannya. Tsabit lalu mengutarakan niat kedatangannya untuk mendapat halalnya setengah apel yang dimakannya. Setelah mengamati Tsabit dengan kesungguhannya, tuan rumah tiba-tiba berkata: “Tidak, aku tidak akan menghalalkannya kecuali dengan 1 syarat”. Sebenarnya Tsabit khawatir tidak dapat memenuhi syarat pemilik kebun tersebut, sambil bertanya apakah  syarat tersebut. Syarat tersebut adalah Tsabit harus bersedia menikahi putrinya. Dengan terheran-heran Tsabit kembali bertanya apa karena hanya apel dia harus menikahi putrinya?

Pemilik kebun tidak menjawab pertanyaannya, dia langsung memberitahukan kekurangan – kekurangan putrinya yaitu: buta, bisu, tuli dan lumpuh. Tsabit lagi-lagi terkejut dengan keterangan pemilik kebun perihal keadaan putrinya tersebut. Pemilik kebun kembali berkata, syarat itulah yang akan menghalalkan setengah apel yang telah dimakannya.

Kemudian Tsabit menjawab dengan mantap; “Insya Alloh aku akan menerima pinangan dan melangsungkan pernikahan. Aku telah bertekad untuk mengadakan jual-beli dengan Alloh ‘Azza wa Jalla. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban dan hak-ku pada-NYA demi Ridho-NYA, mudah-mudahan Alloh menambah kebaikan dan rizki padaku.” Akhirnya pernikahan tersebut dilangsungkan.

Setelah acara pernikahan selesai, Tsabit masuk menemui istrinya dengan tetap menjawab salam “Assalamu’alaikum….” Tanpa disangka olehnya, istrinya menjawab salamnya dengan mengulurkan tangannya untuk menyambutnya. Betapa Tsabit terhenyak menyaksikan pemandangan ini, bukankah menurut penjelasan ayahnya, istrinya adalah wanita buta, tuli, bisu dan lumpuh? Mengapa semua ini tidak sesuai sama sekali.

Setelah Tsabit duduk di samping istrinya, ia lalu bertanya penjelasan ayah mertuanya perihal kekurangan-kekurangan istrinya tersebut. Tentang matanya yang buta, istrinya menjawab: “Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Alloh.” Tentang telinganya yang tuli, istrinya menjawab: “Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita yang tidak membuat Alloh ridho padaku.” Lalu tentang bisu dan lumpuhnya, istrinya menjawab: “Aku hanya menggunakan lidahku untuk banyak-banyak menyebut asma-NYA dan mengucap hal-hal kebaikan dan kebenaran, kakiku juga lumpuh karena tidak pernah kulangkahkan ke tempat-tempat yang membuat Alloh murka juga tidak pernah pergi tanpa mahromku.”

Tsabit dan istrinya hidup rukun dan bahagia sampai akhir hayat mereka. Mereka dikaruniai seorang putra yang bernama Imam Abu Hanifah An – Nu’man bin Tsabit.

[Dengan beberapa editan, dari majalah Hikmah].

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 5 April 2010 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s