RSS

Adzillah & ‘Izzah

19 Mar

Beberapa minggu lalu saya sempat berdiskusi dengan rekan saya mengenai blog –  blog yang memakai kata Muslim ataupun Islam, tetapi pada kenyataannya isinya tidak lain menjelek-jelekkan dan menghina Islam, Qur’an dan Rosululloh SAW. Saya sendiri sudah mengetahui blog itu jauh sebelum rekan saya menceritakan bagaimana kesalnya terhadap blog – blog tersebut, kabarnya blog tersebut sempat ditutup tetapi kemudian aktif lagi dan malah tambah ramai.

Dari blog tersebut memang terkesan mereka benar-benar dengan semangat ’45 ingin menunjukkan kesalahan dan mempertanyakan bukti kebenaran Qur’an, dengan pengetahuan dan pemahaman yang amat dangkal, disertai hawa nafsu dan penuh kebencian, biarpun menyertakan ayat-ayat beserta hadits yang mereka serang menjadi topik postingnya. Betapa tidak? jumlah pengunjung saja tertera dengan cap “murtadin”. Seingat saya, sekitar 2 tahun lalu saya pertama membuka blog-blog tersebut, dengan perasaan marah luar biasa, tetapi akhirnya malah tertawa sendiri bagaimana mereka memahami Islam & Qur’an dengan otak sebesar kacang polong, dan hati sekeras baja dalam menerima hidayah (tentunya mereka pasti membaca juga ayat maupun hadits yang akan diserang) tetapi sayang…receiver keimanan mereka tampaknya sudah rusak, juga memakai “kacamata kuda” dalam melihat Islam.

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَـٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ… (١٢٠)

“Orang orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha kepadamu sampai engkau mengikuti millah-ajaran mereka.” (Q.S. Al – Baqarah (2): 120).

1 hal yang menjadi kesedihan hati ini bukanlah pemahaman mereka yang salah, tetapi justru dari saudara – saudara kita yang menuliskan komen – komen balik, yang sayangnya…kemarahan mereka dalam membela kehormatan Islam malah diaplikasikan dengan cara yang salah, sampai mengeluarkan kata-kata kasar bahkan “kebun binatang”. Hal ini tentunya malah semakin mengipasi mereka dan menjadi bukti senjata mereka bahwa Islam itu memang kasar dan brutal adanya.

Ingatlah bagaimana Rosululloh SAW. dalam berdakwah, tidak pernah sekalipun menghina, melecehkan ataupun langung menyerang balik mereka, bahkan Nabi SAW malah mendo’akan mereka yang melemparinya dengan kotoran unta agar mendapat ampunan dan hidayah-NYA. Kita jangan pernah lupa, Rosululloh SAW diturunkan melainkan untuk menjadi Rohmatan Lil Aalamiin, rahmat bagi sekalian alam.

Islam tidak disiarkan dengan penindasan dan permusuhan. Kewajiban memerangi pun ada syariatnya. Islam tidak disiarkan dengan semboyan 3G, Gold, Gospel & Glory. Islam disiarkan dengan kalimah “Laa Ilaaha Illalloh, Muhammadur Rosululloh”. Alloh Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur’an:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّواْ مِن حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْلَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ ۚإِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩)

“Maka disebabkan rahmat dari Alloh-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Q.S. Ali Imron (3): 159)

Serasa diingatkan dahulu waktu kemping LDK Pramuka, kakak pembina pernah memberikan topik yang sangat menarik tentang mencari-cari kesalahan dan menuduh orang. Jika kita menunjuk dan menuduh seseorang tentang kesalahannya, 2 jari (telunjuk & jempol) menunjuk pada orang lain, sementara 3 jari lainnya mengarah ke kita sendiri. Maksud yang ingin disampaikan adalah, apakah kita yang sudah berani menuduh orang lain salah, tidak pernah introspeksi melihat kesalahan kita sendiri?(3 jari lebih banyak mengarah ke diri kita).

وَعِبَادُ الرَّحْمَـٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَاخَا طَبَهُمُ الْجَـٰهِلُونَ قَالُواْسَلَـٰمًا (٦٣)

“Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (Q.S. Al – Furqon (25): 63).

STOP!! HENTIKAN!! Tunjukanlah kepada dunia, Islam bukanlah agama seperti itu!! Jangan pernah lagi membuka blog – blog tersebut, justru tiap klik mouse kita adalah modal yang akan menaikkan blog stats dan iklan mereka, justru inilah yang membuat mereka tetap eksis.

خُذِالْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَـٰهِلِينَ (١٩٩)

“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang-orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh” (Q.S. Al – A’rof (7): 199).

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 19 March 2010 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s