RSS

Kedudukan & Kesetaraan Wanita dalam Islam dan Al-Qur’an

09 Mar

Kesiangan, lebih tepatnya aktivis/ pahlawan kesiangan bagi mereka para aktivis yang menyuarakan kesetaraan gender antara pria & wanita pada masa ini. Jauh sebelum mereka dilahirkan, bahkan jauh sebelum orang tua mereka dilahirkan, datangnya Islam dan turunnya Al – Qur’an sudah menempatkan posisi wanita “setara” dalam hak dan kewajiban dengan kaum pria.

Dari ‘Aisyah R.A: Rosululloh SAW bersabda, “Sesungguhnya kaum perempuan setara dengan kaum laki-laki” (H.R. Ibnu Majah, Imam Ahmad, Abu Dawud). Betapa kita harus ingat bahwa manusia yang paling mulia di sisi Alloh SWT. adalah manusia yang bertakwa. Manusia  itu pria dan wanita kan ya? Ibadah dan ketakwaanlah yang membuat mulianya manusia di hadapan Alloh ‘Azza Wa Jalla, bukan karena seorang pria atau wanita, bukan karena pangkat jabatan, juga bukan karena rupa penampilannya. Wanita punya hak dan kewajiban untuk bertakwa dan beribadah, biarpun “siklus bulanan” datang tetapi yang namanya Ibadah dan takwa tidak semerta-merta libur, masih bisa bertakwa dan beribadah dalam bentuk lain.

Betapa Shohabiyyah pada masa Rosululloh SAW merasa gelisah dan khawatir karena kaum wanita tidak disebutkan dalam Al – Qur’an. Ummu Salamah R.A. sampai menanyakan hal ini langsung kepada beliau. Sampai akhirnya beliau bersabda di mimbar masjid, yang didengarkan Ummu Salamah R.A. dari dalam rumahnya:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَـٰتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَـٰتِ وَالْقَـٰنِتِينَ وَالْقَـٰنِتَـٰتِ وَالصَّـٰدِقِينَ وَالصَّـٰدِقَـٰتِ وَالصَّـٰبِرِينَ وَالصَّـٰبِرَٰتِ وَالْخَـٰشِعِينَ وَالْخَـٰشِعَـٰتِ وَالْمُتَصَدِّ قِينَ وَالْمُتَصَدِّ قَـٰتِ وَالصَّىٰٓىِٕمِينَ وَالصَّىٰٓىِٕمَـٰتِ وَالْحَـٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَـٰفِظَـٰتِ وَالذَّ ٰ كِرِينَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّ ٰ كِرَ ٰتِ أَعَدَّ اللهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا (٣٥)

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alloh, Alloh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. Al-Ahzab (33): 35)

Turunnya ayat ini akhirnya menjawab kekhawatiran dan kegelisahan kaum wanita, tentang derajat dan kedudukan wanita dalam Al – Qur’an. Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dalam usaha mencapai derajat mulia di hadapan Robb-NYA, serta dalam memperoleh pahala serta ampunan-NYA. Wanita pun tetap punya hak dan kewajiban harus menjalankan 5 Rukun Islam dan mengimani 6 Rukun keimanan.

Dalam berumah tangga. Hak dan kewajiban dalam hal mengasuh dan mendidik anak juga sama, biarpun dalam porsi berbeda.

“Sadarkah para wanita diberi keistimewaan dan kebahagiaan yang tidak akan pernah dimiliki oleh kaum pria jika Ikhlas mengharap Ridho-NYA dalam menjalaninya? Diantara keistimewaan tersebut adalah mengandung, menyusui dan saat dipanggil Ibu, Mamah, atau Ummi oleh anak-anaknya.”

Terus terang, para kaum pria bisa mengerjakan semua yang biasa dikerjakan wanita rumah tangga. Masak, nyuci & setrika pakaian, pekerjaan rumah tangga, yang kami para pria tidak bisa melakukan pekerjaan istimewa yang bisa membuat wanita (khususnya kaum Ibu) sampai derajatnya 3 tingkat diatas kaum Ayah.

Sering alasan yang ditampilkan aktivis persamaan gender hanya itu-itu saja, contohnya: persamaan dalam hak pekerjaan. Baik mari kita sedikit saja telaah topik ini. Memang ada (memang ada ya sebenarnya!) kaum wanita yang sukses dalam pekerjaan bahkan sampai ada yang menjadi Presiden suatu negara, menjadi manager, menjadi teknisi, menjadi apa yang menjadi impian pria dalam hal pekerjaan dan cita-cita. Saya pribadi kagum, sangat kagum dengan wanita-wanita perkasa tersebut. Sendainya saja, para kaum wanita bisa menjaga diri dan menjaga dari efek yang ditimbulkan (seperti pelecehan biarpun secara halus) tentunya fine-fine saja ya? Tetapi…siapa yang tahu di dalam hati seseorang? Bisa menjadi ghibah maupun (maaf, sekali lagi maaf) zina hati dan pemikiran. Apakah langsung dibalikkan ke personal masing-masing? Pakai logika sekarang. Kenapa teguran berupa bencana  dari-NYA tidak hanya untuk orang-orang lalai dan kafir saja? tetapi kenapa tidak pandang bulu? saya teringat pada satu kajian Ustadz tentang azab yang juga bisa menimpa kaum muslim akibat tidak mengingatkan saudaranya yang lalai, bahkan “memaklumkan” perbuatan yang lalai tersebut.

Saya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman pribadi. Saya mempunyai teman semasa berkuliah dulu yang sangat tomboi, baik dalam berkepribadian maupun penampilan, sering bercelana jeans dan kaos oblong, sering ikut kemping biarpun hanya wanita seorang diri dalam tim. Tetapi yang lucunya, ketomboi-an itu tidak berlaku ketika diminta untuk membuang bangkai tikus mati, dengan mengatakan “saya kan wanita, kenapa harus membuang bangkai  tikus itu?” Satu hal yang mungkin dilupakan oleh teman saya tersebut adalah kodrat dan fitrahnya. Alloh SWT., telah melebihkan nikmat-NYA dalam hal lain saat ini, yaitu kebahagiaan mengasuh anak-anaknya.

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on 9 March 2010 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

5 responses to “Kedudukan & Kesetaraan Wanita dalam Islam dan Al-Qur’an

  1. hanifroad

    22 February 2014 at 10:20 PM

    Untuk budi di yakoba3xxx@yahoo.com, kami telah buatkan jawaban atas 2 comment anda dalam artikel https://hanifroad.wordpress.com/2014/02/15/menjawab-pernyataan-islam-mendholimi-wanita-bag-1/ .

     
  2. budi

    14 February 2014 at 7:44 PM

    Kedudukan Wanita di Mata Muhammad

    Orang Muslim percaya bahwa Al-Quran, tanpa ada keraguan sedikitpun, mengajarkan kesetaraan antara pria dan wanita. Menurut mereka, tidak pernah ada pertikaian mengenai hal ini. Pria dan wanita adalah setara.Namun kenyataannya, sangat berbeda dengan yang disampaikan Al-Quran dan Hadits tentang wanita.

    Wanita Kurang Akal dan Agamanya

    Muhammad berkata kepada para wanita Muslim: “Saya tidak melihat di antara orang-orang yang kurang akal dan agamanya….., selain daripada kamu sekalian” (Hadist Shahih Bukhari Volume 1, Buku 6 No. 301)Muhammad berkata demikian karena wanita yang sedang masa haid dilarang melakukan aktivitas keagamaanya. Seperti sholat, puasa maupun haji.

    Wanita Setengah dari Pria

    Hadits mencatat bahwa: “Kesaksian wanita hanya seperdua kesaksian kaum laki-laki”  (Hadits Shahih Bukhari Volume 3 Buku 4 No 826)Dengan mengikuti aturan ini, wanita akan menjadi korban kejahatan pria. Dalam pengadilan agama Islam, seorang wanita harus dihukum mati bila kedapatan berzinah. Wanita tidak dapat membela dirinya, karena tidak ada saksi wanita lain.  Tidak mungkin pula ada saksi pria yang melihat tindakan demikian.

    Wanita Pembawa Derita Bagi Pria

    Muhammad juga berkata kepada kaum wanita: “Tidak ada penderitaan yang lebih berbahaya bagi pria daripada wanita”(Hadits Shahih Bukhari volume 7, buku 62, no 33)Ironis sekali wanita dianggap sebagai pembawa derita bagi pria.  Wanita digambarkan sebagai sumber kejahatan dan nafsu yang akan menjerumuskan pria.

    Wanita Dijadikan Seperti Tanah

    Menurut Al-Quran “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki …” (Qs 2:223)Menurut ayat di atas, pria dapat berbuat semena-mena terhadap wanita dalam hal seksualitas.  Seksualitas pria diakui, diberlakukan dan ditegaskan oleh Al-Quran.  Kebutuhan wanita secara total diabaikan.

    Wanita Dianggap Jahat

    Nabi umat Islam juga bersabda: “Tanda-tanda kejahatan itu ada tiga: kuda, perempuan, dan rumah” (Hadits Sahih Bukhari, Volume 7, Buku 62 No. 32).  Hal ini memberikan petunjuk bahwa wanita dianggap sebagai sosok yang jahat dan disejajarkan dengan binatang (kuda) dan benda (rumah).Bila melihat semua hal di atas, masih layakkah kaum Muslimah memimpikan seorang suami seperti pribadi Muhammad?

    Derajat Wanita di Mata Isa Al-Masih

    Sepanjang hidup Isa Al-Masih, Dia tidak pernah menzolimi wanita. Isa Al-Masih juga tidak pernah memanfaatkan wanita untuk kepentingan diri-Nya.  Isa Al-Masih begitu mengasihi wanita dan memperlakukan mereka sebagai pribadi yang berharga.Bahkan Dia menganggap wanita sebagai saudari perempuan-Nya atau sebagai ibu-Nya. “Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (Injil, Rasul Besar Matius  12:50).Maka tidaklah mengherankan bila wanita yang menjadi pengikut Isa Al-Masih menemukan kedamaian dan merasa berharga.  Sebetulnya tidak sulit memiliki kedamaian ini.  Rindukah saudara menemukan kedamaian dan merasa berharga? Datanglah kepadaIsa Al-Masih!

     
    • budi

      14 February 2014 at 7:45 PM

      Muhammad memandang wanita sebagai binatang piaraan.Dalam khotbah terakhirnya, Muhammad menyamakan wanita dengan binatang ternak. Tabari (IX:113) mencatat (dikutip oleh Winn, 2004, hal. 557) “Perlakukan wanita dengan baik karena mereka seperti binatang2 piaraan dan mereka tidak memiliki apapun. Allah telah menghalalkan untuk menikmati tubuh2 mereka dalam Qur’an-Nya.”

       
      • tanpanama

        18 January 2017 at 9:51 PM

        hai saudara budi tau apa anda tentang alqur’an kalok ridak tau tidak usah bicara sembarangan ,omongan anda semuanya itu ngaur sangat sekali gak cocok sama alqur’an kalok gak bisa ngarang jangan ngarang ya dasar gak tau apapa

         
      • tanpanama

        18 January 2017 at 10:01 PM

        hai saudara budi kalok tidah tau tentang islam gausah nulis katakata seperti itu anda tidak tau apaapa tentang islam tau apa anada semua yg anda tulis salah besar ,dan anda adalah org yg sangat aneh karna telah menulis seperti itu tentang alqur’an,dan tulisan ada seperti org yg tidak berpendidikan apa jangan jangan anda adalah org yg ridak berpendidikan ,maaf saya ngomong keke gni tpi ini sepadan dengan apa yg anda tulis aanda seperti org yg tidak ber agama oh mungkin anda menyembah pohon makanya anda berbicara seperti ini dan tidak berpendidikan

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s