RSS

Hijab? Jilbab?

01 Mar

Semoga, biarpun pahit…harus saya sampaikan. Berikut manfaat ber-Hijab.

1. Syariat Penyelamat dari Adzab Alloh SWT

Ya, betapa tidak? Jikalau ukhti masih mau sejenak berpikir, masihkah tertera Islam di KTP? Tetapi syariat, ketentuan dan hukum Alloh SWT., masih dilanggar, apakah tidak malu kepada-NYA? Alloh SWT. berfirman:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Alloh, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Q.S. An-Nur (24) : 31)

juga dalam firman-NYA berikut ini:

‘Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ (Q.S. Al-Ahzab (33) : 59)

ataupun dalam hadits Rosul SAW berikut:

“Ada 2 macam penghuni Neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian” (H.R. Muslim).

Apakah ukhti sekalian masih belum cukup akan peringatan-NYA? silahkan, silahkan kaji sendiri untuk lebih jauhnya.

2. Menghindari Pelecehan

Pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Taukah wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar? Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari). Well, fitnah yang dimaksud disini dapat berarti ujian, godaan, cobaan dan fitnah itu sendiri.

Teringat khutbah seorang Da’i dari Bandung pada suatu kesempatan, “wanita dan pria memang berbeda, kalau pria tidak digoda pun akan tergoda, wanita harus digoda dahulu”. Hmm…maukan kalian para akhwat untuk tidak “menggoda” (biarpun tidak pernah terbersit untuk menggoda), maukan ukhti? Lihatlah sekarang di acara tv, hampir semua iklan mengedepankan wanita sebagai ujung tombak penjualan, dengan konten iklan yang terkadang…teu nyararambung (ga nyambung) dengan produknya, demi mendongkrak penjualan (punteun, apakah kalian ini dongkrak?haduuhhh)

3.    Memelihara Kecemburuan Pria

Sifat “Dayyuts” (singkatnya cemburu dalam perbuatan buruk) adalah sifat yang telah Alloh SAW tanamkan kepada hati setiap laki-laki terutama suami, bapak atau saudara-saudara kandung pria, agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya dan kehormatan keluarganya. Cemburu (pada pasangan syah) merupakan sifat terpuji dalam Islam.

“Alloh itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Alloh adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim).

Bila jilbab ditanggalkan, ataupun jilbab semakin dibuat “modern”, rasa cemburu laki-laki akan makin berlipat akhirnya pertengkaran rumah tangga yang terjadi. Jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela. Terkadang, hal ini sering dialami wanita kantoran, karena suasana kerja dan ruang kerja yang memang bercampur dengan kaum pria. Apakah memang perlu sampai seperti itu?muliakanlah dirimu ukhti!!

4. Pesona Bidadari Jannah

Humm, lebih menarik. Semua wanita pasti ingin seperti ini. Alloh SWT berfirman:

“Dalam Surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia ataupun jin sebelumnya.” (Q.S. Ar-Rahman (55): 56)

“Mereka laksana permata yakut dan marjan.” (Q.S. Ar-Rahman (55): 58)

Jilbab membuat wanita akan memiliki sifat bidadari Surga seperti yang dijelaskan ayat diatas. Yang menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga. Sebaik-baik perhiasan di dunia adalah….??? (mangga, silahkan isi sendiri)

5.    Mencegah Penyakit kulit

Dalam kisahnya, ketika Rosululloh SAW melihat wanita akhil baligh yang tidak berjilbab, Rosululloh SAW., memalingkan muka sambil menunjukkan bagian yang boleh terlihat dari seorang wanita, yup…muka dan tangan mereka dengan langsung menunjukkan kedua bagian tersebut. Kanker kulit adalah penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh (dalam hal ini kulit) berubah sifatnya. Kanker kulit merupakan tumor-tumor berakibat dari kerusakan dalam sel kulit yang disebabkan oleh penyinaran matahari berlebihan, zat/ senyawa kimia dan sebagainya (apalagi kalau mengidap penyakit Lupus ya??). Jadi…..bisa sedikit berhemat dengan pengeluaran bulanan ya kan?hehe..saving…saving, punteun kalau rada-rada maksa.

Dan sekian banyaknya lagi manfaat jilbab bagi wanita. Tentunya jilbab yang dimaksud adalah jilbab sesuai syariat. Ada beberapa tipe jilbab yang bisa kita temui saat ini:

  1. Jilbab syar’i
  2. Jilbab partai/golongan (dengan logo partai/ golongan tertentu, apa sudah yakin termasuk “Ahlu Sunnah”?)
  3. Jilbab modern/gaul
  4. Jilbab cekek (yang dililitkan di leher, urghh…bisa-bisa keselek)
  5. Jilbab lontong (maksudnya ketat, seperti leupeut kalau orang Sunda bilang)
  6. Jilbab artis (hanya pakai jilbab bulan Romadhon saja)
  7. Jilbab pesta (dipakai kalau menghadiri acara saja).

Well, mau tipe yang mana?silahkan ukhti sekalian kaji sendiri lebih dalam, manakah yang sesuai dengan perintah Alloh SWT.?

Imam An – Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang”, ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

Beberapa ekstrimis dari barat sering melecehkan pemakaian jilbab ini. Apakah mereka pernah berpikir? Apa tidak lucu seorang pria Skotlandia memakai rok, yang corak warnanya melambangkan klan tertentu?kodrat saja sudah tidak ada batasnya, kenapa mempermasalahkan jilbab yang merupakan ketentuan-NYA?

Pernah saya berdiskusi tentang jilbab ini dengan para wanita, alasan klasik…”jilbabkan dulu hatinya”. Sejauh…kajian saya, saya belum menemukan satu ayat yang menyatakan demikian, ntah kalau memang ada dan kajian saya masih belum dalam CMIIW. Ada juga yang mengatakan, “saya memang tidak berjilbab, tapi saya sholat, tadarus, shaum kok”. Semoga Alloh SWT., memberikan hidayah Amien.

Bagi para akhwat, masihkan ragu untuk berjilbab?

[Teruntuk Akhwat kantorku, ketahuilah hukum Agamamu!!]

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on 1 March 2010 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

2 responses to “Hijab? Jilbab?

  1. anfit

    15 March 2010 at 2:21 PM

    sebenarnya malu waktu baca postingan ini.
    merasa diri masih belum “syar’i”
    tapi insya Alloh dgn berjalannya waktu bertekad utk benar-benar “syar’i”
    at least, model lontong & cekek dihindari laah… :D

     
  2. anfit

    15 March 2010 at 2:18 PM

    pertamaxxx nih…he..he…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s