RSS

WASKAT a.k.a PENGAWASAN MELEKAT

19 Feb

Salah satu aktifitas kantor yang sedang dijalani sekarang adalah penerapan ISO 9001 dan 14001. PIC masing-masing departemen, para komite-komite, internal auditor dan QEHS Dept. kini sedang dalam masa sibuk-sibuknya mempersiapkan audit eksternal, yang konon…lebih ketat dalam hal audit – mengaudit penerapan ISO di kantor kami. Dengan motto ISO “tulis apa yang kamu kerjakan, kerjakan apa yang kamu tulis”, berbagai isu elemen masing-masing ISO menjadi acuan dalam hal penerapan ini yang katanya….agar tercipta sebuah sistem yang harmonis. Salah satu keharmonisan sistem yang dimaksud adalah masalah pengawasan yang menjadi ciri khas ISO, dengan tools berupa form-form, yang merupakan runutan untuk sebuah kasus project katakanlah begitu.

Sempat terlintas di benak pikiran ini, bagaimana pengawasan dalam sistem dengan penerapan form yang tercantumkan dalam SOP dan WI dengan dukungan SD. Apakah semua itu menjadi terpantau dan terawasi seperti halnya CCTV yang dipasang di titik-titik strategis ruangan? hmmm….sistem…buatan manusia….tinggal memutar ulang media perekam tersebut…apakah semua mata CCTV itu menjangkau setiap sudut ruangan? adanya blind spot yang memungkinkan CCTV menjadi buta dalam blind side. ISO adalah sistem yang dibuat dan dikoreksi oleh PIC dan pengguna maupun setiap elemen dalam sistem tersebut. Hah? sistem dikoreksi? well…dalam teknik kimia pun, tidak ada reaksi kimia yang bisa 100% berjalan, konversi reaksi 99% plus sedikit…ataupun 99% minus sedikit.

ALLOH SWT., yang bersemayam di atas Arsy-NYA, Robb yang tidak pernah tidur ataupun terpejam, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, yang Maha Pengatur dan Maha Mengetahui segala sesuatunya. Tidak ada suatu peristiwa apapun yang luput dari pengawasan-NYA, sang Maha Pengawas, yang pengawasan-NYA meliputi segala sesuatu dalam sebuah sistem yang tidak perlu diragukan atau dikoreksi lagi. Firman-NYA dalam Qur’an:

…وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ(٦١)

…Tidak luput dari pengetahuan Robb-mu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Q.S. Yunus (10): 61).

Dalam penjelasan yang lain Firman-NYA:

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّاهُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَ قَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَـٰتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍ مُّبِينٍ (٥٩)

“Dan pada sisi Alloh-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Q.S. Al-An’am (6): 59).

Subhanalloh, bahkan sehelai daun pun, sebutir biji yang jatuh ke muka bumi pun Alloh mengetahuinya dan telah dicatatNYA dalam Lauh Mahfuzh.

Kembali ke masalah catat-mencatat ISO, jika ada sesuatu yang harus dicatat tetapi form maupun tidak dibunyikan dalam SOP dan WI, maka koreksi dan pengajuan form ke document control adalah tindakan kuratifnya. Terkadang sangat jengah, bagi pribadi-pribadi yang belum terbiasa dengan ISO, kenapa harus kita yang membuat dan mengoreksi sistem tersebut?kenapa tidak menyadur atau mengcopy-paste-kan dari sistem manajemen yang sudah ada di tempat lain katakanlah begitu. Saya pribadi bisa menjawab, tidak ada perusahaan yang identik biarpun sama-sama menghasilkan produk tertentu, keunikanlah yang membuatnya begitu.

Dengan ISO, ada kekuatiran pekerjaan malah jadi bertambah, karena tidak bisa seluwes dulu, merasa tidak nyaman dengan pengawasan yang bisa diaudit para auditor. Teringat zaman SMU di Bandung dulu, ketika mengikuti mentoring Islam, para akang mentor pernah berujar, “kalo sudah ada sistem Alloh SWT yang mencakup segala sesuatu, kenapa kita kudu mencari sistem lain? sudah ada makanan yang disajikan untuk kita di depan mata, kenapa kudu nyari makanan lain?” lalu dilanjutkan pertanyaan dari akang mentor yang lain “sukakah kita dengan sistem Alloh SWT? maukah kita mengikuti peraturan Alloh SWT?”.

Ikhwanul Akhwat, Alloh tidak pernah melepaskan pengawasan-NYA pada kita barang sedikitpun, bahkan 24/7, form-form catatan-NYA dipegang kedua malaikat-NYA disamping kita tiap saat, SOP, WI dan SD-NYA ada di Al-Qur’an dan As-Sunnah, alam semesta beserta isinya ini adalah perusahaan kita bernaung. Pun tidak perlu kita membeli tools untuk penerapan ini, kita tidak perlu membayar PIC baru untuk mencatat form aktivitas kita, tinggal baca, kaji jalankan!! Subhanalloh, subhanalloh wa bihamdihi.

يَــٰٓـأَ يُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُواْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَـٰرَ ةٍ تُنجِيكُمْ مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (١٠) تُؤْمِنُونَ بِااللهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌلَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ (١١)

“Wahai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Alloh dan Rosul-NYA dan berjihad di jalan Alloh dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jka kamu mengetahui.” (Q.S. Ash-Shoff (61): 10 – 11).

Apa yang menjadi ganjaran Alloh SWT bagi penerapan sistem-NYA? Begitu detilnya telah difirmankan:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰ لَهُمْ فِى سَبِيلِ اللهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَا بِلَ فِى كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِّاْئَـةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللهُ يُضَـٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَاللهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ (٢٦١)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: Seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al – Baqoroh (2): 261). Sampai sebegitu detilnya janji Alloh pada makhluk-NYA, apakah maksud yang hendak disampaikan-NYA dengan kalkulasi faktor pengali sedetail seperti ini? Alloh sayang kita semua, Alloh ingin kita menapaki jalan-NYA, yang diridhoi-NYA, Alloh ingin kita masuk Jannah-NYA. Pernahkah terbersit kita hanya akan mendapatkan keterangan seperti…”sesungguhnya siksa Alloh amatlah pedih…”, tanpa ada kalkulasi sedetail surat sebelumnya? Robbi…betapa sayangnya Engkau kepada kami semua, bahkan ketika suara panggilan adzan-MU menggema, kami masih saja acuh tak acuh bahkan sampai meninggalkannya dengan harapan kosong Engkau memaafkan kami di Yaumut-Taghobun kelak.

Revisi-revisi WI, SD dan form ISO masih belum juga berakhir. Untuk membuat sistem seperti ini sudah banyak menyita waktu dan pikiran….dengan berharap para auditor eksternal kelak tidak menemukan temuan major untuk sistem buatan kami ini, berharap hari audit eksternal cepat berlalu dan berakhir dan langsung tinggal mengisi form CAR/ PAR jika temuan yang “aneh-aneh” ditemukan. Tidak ada apa-apanya dibandingkan semua sistem-MU yang Maha Sempurna bagi kami ini. Robbana Yaa Kariim, cukuplah Engkau sebagai penolongku.

(Di tengah-tengah penantian menuju hari audit eksternal ISO tiba, dengan revisi-revisi di sana-sini yang begitu….melelahkan)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 19 February 2010 in Islam

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s