RSS

Lentera Hari Ini…

18 Feb

Demi kemuliaan dan kebesaran-KU, juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukan-KU di atas Arsy. AKU akan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain AKU dengan kekecewaan. AKU akan pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia. AKU singkirkan ia dari dekat-KU, lalu AKU putuskan hubungan-KU dengannya.

Mengapa ia berharap kepada selain AKU ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan? Padahal sesungguhnya kesulitan itu berada di tangan-KU, dan AKU yang dapat menyingkirkannya. Mengapa ia berharap kepada selain AKU dengan mengetuk pintu-pintu lain meski pintu-pintu itu tertutup? Padahal, hanya pintu-KU yang terbuka bagi siapapun yang berdoa memohon pertolongan dari-KU.

Siapakah yang pernah mengharapkan AKU untuk menghalau kesulitannya, lalu AKU kecewakan? Siapakah yang pernah mengharapkan (ampunan) AKU karena dosa-dosanya yang besar, lalu AKU putuskan harapannya? Siapakah pula yang pernah mengetuk pintu-KU, lalu tidak AKU bukakan?

AKU telah mengadakan hubungan yang langsung antara AKU dan harapan seluruh makhluk-KU. Akan tetapi, mengapa mereka malah bersandar kepada selain AKU? AKU telah menyediakan harapan semua hamba-KU, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindungan-KU?

Dan AKU pun telah memenuhi langit-KU dengan para malaikat yang tidak pernah jemu bertasbih kepada-KU, lalu AKU perintahkan mereka supaya tidak menutup pintu antara AKU dan hamba-KU. Akan tetapi, mengapa mereka tidak percaya kepada firman-firman-KU?

Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapapun yang ditimpa bencana yang AKU turunkan, tidak ada yang dapat menyingkirkannya selain AKU? Akan tetapi, mengapa AKU melihat dia dengan segala harapannya itu, selalu berpaling dari-KU? Mengapakah dia sampai tertipu oleh selain AKU? AKU telah memberikan kepadanya dengan segala kemurahan-KU, apa-apa yang tidak sampai harus dia minta. Ketika semua itu AKU cabut kembali darinya, lalu mengapa dia tidak memintanya kembali kepada-KU untuk mengembalikannya, tetapi malah meminta pertolongan kepada selain AKU?

Apakah AKU yang memberi sebelum diminta, lalu ketika diminta tidak AKU berikan? Apakah AKU ini BAKHIL sehingga dianggap BAKHIL oleh hamba-KU? Tidakkah dunia dan akhirat itu semua milik-KU? Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada di tangan-KU? Tidakkah kedermawanan dan kemurahan itu sifat-KU? Tidakkah hanya AKU tempat tujuan semua harapan? Dengan demikian, siapakah yang dapat memutuskannya dari-KU? Apa pula yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi “Mintalah kepada-KU!” AKU pun lalu memberikan kepada masing-masing orang-orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya? Dan semua yang AKU berikan itu tidak akan mengurangi kekayaan-KU, meskipun (hanya) sebesar debu. Bagaimana mungkin kekayaan yang sangat sempurna akan berkurang?, sedangkan AKU mengawasinya?

Sungguh, alangkah celakanya orang yang berputus asa dari rahmat-KU. Alangkah kecewanya orang yang berbuat maksiat kepada-KU dan tidak memperhatikan AKU, dan tetap melakukan perbuatan-perbuatan HARAM seraya TIDAK MALU KEPADAKU.

(HR. Ibnu Husein)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 18 February 2010 in Hadits, Islam

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s